Tentang Kami

Tentang IHDN Denpasar


Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar didirikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor : 1 Tahun 2004 Tanggal 8 Nopember 2004 tentang Perubahan Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Denpasar menjadi Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar, kemudian diresmikan pada tanggal 23 Maret 2005 oleh Menteri Agama RI. Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar berkedudukan di Denpasar- Bali - Indonesia.

Status Institut merupakan pengembangan dari SekolahTinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Denpasar Tahun 1999 – 2004. Sedangkan Sekolah Tinggi Agama Hindu merupakan pengembangan dari Akademi Pendidikan Guru Agama Hindu (APGAH) Negeri Denpasar(1993-1999). Akademi Pendidikan Guru Agama Hindu (APGAH) Negeri Denpasar (1959 – 1993).

Di tengah-tengah tumbuhnya kesadaran umat Hindu untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agamanya, tokoh-tokoh Hindu mulai menyuarakan betapa pentingnya umat Hindu memiliki Lembaga Pendidikan Agama Hindu. Rintisan awal dimulai dari pendirian Sekolah Menengah Hindu Bali Dwijendra yang dibuka pada tanggal 16 Juli 1953. Dari Dwijendra digagas pendirian Pendidikan Guru Agama Hindu (PGAH), yang dibuka bulan Juli tahun 1959 dengan nama Pendidikan Guru Agama Atas Hindu Bali (PGAAHB) di bawah naungan Yayasan Dwijendra Denpasar kemudian Status Negeri diperoleh pada tahun 1968 dengan nama Pendidikan Guru Agama Hindu (PGAH) Negeri Denpasar.

Dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor: 2 Tahun 1989 yang mengisyaratkan bahwa seorang guru minimal Diploma II untuk Guru SD dan minimal Diploma III untuk Guru SMP, maka sejak tahun ajaran 1990/1991 PGAHN tidak diperkenankan lagi menerima siswa baru. Sejak saat itu, alih fungsi dari PGAHN menjadi APGAHN mulai diperjuangkan, dan berhasil diwujudkan dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Agama Nomor: 58 B tanggal 25 Mei 1993 tentang pendirian Akademi Pendidikan Guru Agama Hindu (APGAH) Negeri Denpasar.

Desakan dunia pendidikan tinggi menghendaki adanya Dosen Agama Hindu dan kebutuhan akan sarjana agama Hindu dibidang pemerintahan dan kemasyarakatan memacu para tokoh >intelektual Hindu mewujudkan Lembaga Pendidikan Tinggi Agama Hindu yang memiliki Output sarjana agama Hindu. Hal ini membawa pada perjuangan untuk meningkatkan status APGAHN menjadi menjadi STAHN, yang kemudian dapat diwujudkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor: 20 Tahun 1999 tanggal 3 Maret 1999, tentang pendirian Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Denpasar, kemudian diresmikan oleh Menteri Agama RI tanggal 10 April 1999.

STAHN Denpasar membuka 4 Jurusan yaitu : Jurusan Pendidikan Agama Hindu, Jurusan Penerangan Agama Hindu, Jurusan Hukum Agama Hindu dan Jurusan Filsafat Agama Hindu. Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Bimas Hindu dan Buddha Nomor : H/30/2001 STAHN diijinkan membuka Program S.2 dengan Program Studi Filsafat Hindu dan Pendidikan Agama Hindu.

Sesuai dengan tuntutan dan perkembangan dunia pendidikan untuk dapat berkiprah lebih luas lagi perlu diadakan penataan Struktur Kelembagaan. Salah satu yang perlu dilakukan adalah peningkatan status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut. Hal ini dapat diwujudkan melalui terbitnya Keputusan Presiden Nomor : 1 Tahun 2004 tanggal 8 Nopember 2004 tentang Perubahan Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Denpasar menjadi Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar. Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar membuka 3 (tiga) Fakultas yaitu: Fakultas Dharma Acarya, Fakultas Dharma Duta dan Fakultas Brahma Widya. Fakultas Dharma Acarya membuka 2 (dua) Jurusan yaitu: Jurusan Pendidikan Agama dengan program Studi Pendidikan Agama Hindu dan Jurusan Bahasa dan Sastra Agama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Bali. Fakultas Dharma Duta membuka 2 (dua) Jurusan, yaitu Jurusan Penerangan Agama dengan 2 (dua) Program Studi, yaitu Program Studi Penerangan Agama Hindu dan Program studi Pemandu Wisata, Jurusan Hukum Agama dengan Program Studi Hukum Agama Hindu. Fakultas Brahma Widya membuka 2 (dua) Jurusan yaitu: Jurusan Teologi dengan Program Studi Teologi Hindu, Jurusan Filsafat Timur dengan Program Studi Filsafat Hindu.